Langsung ke konten utama

Postingan

sabtu menyenangkan dan menenangkan

alhamdulillah, sudah hari Sabtu lagi. hari yang amatyenangkan dan menenangkan. abanyak di hari Sabtu. mulai tragedi, komedi, bahkan tragiko. kita masing-masing tentu punya beragam kisah itu. jam pelajaran di sekolah sedikit berkurang dari hari biasanya. serta besuknya adalah hari Minggu, makanya cukup menangkan. sekiranya engkau mersakan demikian juga, maka bersyukurlah. setidaknya kita bisa berlama-lama dengan keluarga kita. dan waktu saya untuk menuruti segala keiginan anak-anak saya, memilih menu-menu masakan yang mereka inginkan. belanja belanja belanja dan masak masak masak...^_^

menunggu

menunggu,,, ya, menunggu namanya jika kita berdiam dengan galau seperti menantikan sesuatu yang tak pasti, kalau nahasa anak muda zaman sekarang mah, di _PHP_in namanya. sudah terlalu lama membuka-buka lappy mulai item A sampai dengan item Z, semua sudah ditelusuri, kecuali berita terbaru tentang dunia terang benderang yang lagi in di televisi kalau tak boleh dikatakan sebagai dunia hitam, hehehe menunggu, bisa dibayangkan betapa susah dan nestapanya manusia yang dalam keadaan menunggu. entah menunggu awal bulan, menunggu seseorang yang dicinta tiba, menunggu pesanan makanan datang karena telah tak tahan perut keroncongan, ataupun menunggukan keadaan yang lainnya. namanya saja sesuatu yang ditunggu-tunggu, entah bagaimanapun keadaannya pastilah akan ditunggu dengan (tanpa) sabar... pernahkah juga merasakan yang demikian ini? menunggu judulnya, entah sudah sampai mana kok tak ada kabar, padahal kita sudah dan rasanya ingin melepaskan pantat saja alias capek duduk dan capek berdiri...

temanku berbaju hijau

temanku berbaju hijau            :N. Khomsatul Maktubah paras wajahnya yang manis senyumnya tergerai di ujung bibir lentik jarinya memainkan tuts-tuts lappynya mahabarata joda serta teman setia kala resah temanku berbaju hijau setiap langkahnya menghadir tawa serupa bulu-bulu merak indah binar matanya tawanya renyah serupa keras kerupuk pesona menghujam jiwa aduhai,,, temanku berbaju hijau tunduk pandangnya mengisahkan cintaNya temanku berbaju hijau pada rumput-rumput tumbuh ia melangkahkan citanya #141122

variant rasa syukur

sudah selauaknya kita bersyukur atas segala nikmat yang kita punya, kalau bukan bersyukur, maka apa lagi yang akan kita lakukan? bentuk bersyukur itu bermacam rasanya, ada vanila, strawberry, coklat, bahkan cappucino, rasa yang standart dalam es krim kita. pernah makan es krim, bukan? pasti pernah dong... ya itulah macam rasa bersyukur yang kita punya. 1. vanilla, tentu sangat manis dan harum 2. strawberry, manis tapi ada sedikit rasa masamnya 3. coklat, legit dan pahit yang menjadi khas rasa coklat 4. cappucino, hmmmm serasa terbang kalau menikmati rasa yang satu ini, bisa anda bayangkan rasanya, manis, sedikit rasa coklat, dan rasa kopi yang berbaur dan membentuk kenikmatan baru silakan dipilih nikmat bersyukur sesuai rasa yang kau inginkan... saya pilih rasa cappucino saja deh, ada lebih dari dua rasa yang masuk di dalamnya...

bulan bahasa

Bulan bahasa, bulan yang tidak asing lagi bagi semua orang berbahasa dan bersastra, sebab di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang melibatkan para bahasawan dan para sastrawan, mulai dari junior sampai yang sudah mengakar keilmuannya. Lha saya masuk yang mana yaaaa... saya masuk fase junior yang merangkak ke alam senior, hmmm waktu rangkaknya lammmaaaaaa sangat. Tapi ya inilah kehidupan, kita tidak akan berhenti belajar sebelum nafas kita terlepas dari raga. Semoga apa yang kita pelajari menjadi amalan yang dicatat oleh malaikat-malaikat Allah, amin:) Sabtu, 18 Oktober 2014, saya berangkat mengantar anak-anak kelas XII Bahasa yang ingin ikut lomba dan mengadu nasibnya ke UNESA, saya tidak menyiapkan secara khusus untuk lomba bulan bahasa ini, sebagai bahan kajian untuk lomba berikutnya, maka saya ikutkan anak-anak tersebut yang sudah menggebu-gebu ingin mengetahui hasil membeli pengalamannya dalam lomba tersebut. Meskipun hasilnya nihil, tapi mereka senang seba...

Kita, Bis, dan Halte Bis

Kita, Bis, dan Halte Bis Sudah lama sepertinya kita duduk di bangku halte bis ini Sekedar menunggu bis berikutnya Atau hanya menyaksikan laju-laju kendaraan lain Sudah lama kita melewatkan resah-resah dan gulana yang tandang Hanya demi menyibak pedih yang hadir Atau hanya mengalihkan jalan luka  Aku bukan mengalihkan perbincangan kita Tapi aku terlanjur mengarungi syair lagu yang kau tulis ceruit burung-burung menantikan induknya ilalang berdzikir di padang-padang lengang stupa-stupa lagit di ufuk senja kegagahan pandhawa dan putih tulangnya kurawa dan kemegahan jubah hitamnya rembulan yang kesianga...

Engkau dan Perempuan berambut Lurus Itu

Engkau dan perempuan berambut lurus itu Engkau kasmaran lagi sepertinya Menapaki jalan-jalan merah bertabur kelopak mawar Di derai-derai oleh guguran bunga akasia di sepanjang aspal hitam jalanan Ah, indahnya Apalagi barusan saja air hujan menjadi bukti bahwa musim mulai semi di hatinya Semakin indah saja Serupa jalanan-jalanan khusus pejalan kaki di luar negeri sana Aku juga hanya bisa membayangkan dari apa yang telah kubaca tentang luar negeri Hingga jalanan negeri sendiri hampir saja terlupakan Ya, terlupakan sebab tak sengaja, maka ada awalan ter- Coba engkau tanya maka akan dit...