Langsung ke konten utama

jam dua

jam dua

jam dua lebih lima menit, menulis kisah ini setelah beberapa terdiam memikirkan yang hendak kutulis. siang tak begitu terik, tapi mengapa engkau begitu kuat mengeluh,,,

jam dua lebih tujuh menit, anak-anak beranjak meninggalkan gedung sekolah ini, bergerombol-bergerombol mengayuh sepeda, bergerombol bersepeda motor, bergerombol berjalan kaki, mampir dulu beli es jus, mampir dulu beli pentol ojek, mampir juga beli cilok dan beli cimol.

anak-anak senang jika jam pulang lebih dini apalagi tanpa pelajaran berarti, sekedar remidi dan menyelesaikan tugas-tugas kd yang belum terselesaikan. rasanya seperti terbebas dari beban berat yang telah menyiksanya setahun lalu,,, cieeeee, cieeeee,,, padahal ilmu yang didapat juga kan buat dia sendiri logikanya, tapi yaaa begitulah, bukan manusia namanya kalau tak ngersula alias sambat alias nggetuni. ya allaah...

jam dua lebih tiga puluh menit, bermain-bermain dengan blog baru teman sebelah meja, tapiiiii kenapa setelah itu tak bisa dibuka yaaaa,,, mau bertanya kepada siapa, yang hidup saat ini di ruang guru belum ada yang bermain-main dengan yang namanya blog.

jam dua lebih empat puluh lima menit, merapihkan kabel-kabel yang berserakan, buku-buku bacaan yang terbuka lebar dan hanya ada pembatas bukunya agar tak hilang halaman bacaku. lagi baca lupus kecil klasik niihhh,,, mengenang masa kanak-kanak. saya gemar sekali membaca serial lupus dan novel terjemahan serial detektif lima sekawan. belum pernah baca? cobalah untuk membaca dari tahap yang paling mudah yaitu tahap sekedarnya hingga tahapan yang paling akhir yaitu tahap kecanduan.

jika kita sudah menyelesaikan tahap baca kecanduan, maka kita bisa menghasilkan sesuatu yang lebih asyik dari sekedar membaca,,,
membaca bisa menghadirkan lebih dari sekedar bermain karakter bahkan bisa menghasilkan sesuatu yang paling dramatik sekalipun. tawa yang berdera-derai dan tangisan yang mengharu-biru dapat sekali hadir secara bersamaan dan berkesinambungan, ups!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bulan bahasa

Bulan bahasa, bulan yang tidak asing lagi bagi semua orang berbahasa dan bersastra, sebab di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang melibatkan para bahasawan dan para sastrawan, mulai dari junior sampai yang sudah mengakar keilmuannya. Lha saya masuk yang mana yaaaa... saya masuk fase junior yang merangkak ke alam senior, hmmm waktu rangkaknya lammmaaaaaa sangat. Tapi ya inilah kehidupan, kita tidak akan berhenti belajar sebelum nafas kita terlepas dari raga. Semoga apa yang kita pelajari menjadi amalan yang dicatat oleh malaikat-malaikat Allah, amin:) Sabtu, 18 Oktober 2014, saya berangkat mengantar anak-anak kelas XII Bahasa yang ingin ikut lomba dan mengadu nasibnya ke UNESA, saya tidak menyiapkan secara khusus untuk lomba bulan bahasa ini, sebagai bahan kajian untuk lomba berikutnya, maka saya ikutkan anak-anak tersebut yang sudah menggebu-gebu ingin mengetahui hasil membeli pengalamannya dalam lomba tersebut. Meskipun hasilnya nihil, tapi mereka senang seba...

Tanggal Merah Akhir Pekan

 Tanggal Merah adalah perayaan suka cita  bagiku, mungkin juga kebanyakan orang menikmati tanggal merah  menjelang ujung hari akhir pekan katanya demikian raut muka tak lagi tergurat di dahi binar mata nan sumringah menyirat suka cita sedalam batin jadwal jalan-jalan dalam genggaman ke pantai ataukah ke gunung atau bersilaturahmi ke sanak saudara semua merayakan kebahagiaan tanggal merah grahaindah, 260116

Kita, Bis, dan Halte Bis

Kita, Bis, dan Halte Bis Sudah lama sepertinya kita duduk di bangku halte bis ini Sekedar menunggu bis berikutnya Atau hanya menyaksikan laju-laju kendaraan lain Sudah lama kita melewatkan resah-resah dan gulana yang tandang Hanya demi menyibak pedih yang hadir Atau hanya mengalihkan jalan luka  Aku bukan mengalihkan perbincangan kita Tapi aku terlanjur mengarungi syair lagu yang kau tulis ceruit burung-burung menantikan induknya ilalang berdzikir di padang-padang lengang stupa-stupa lagit di ufuk senja kegagahan pandhawa dan putih tulangnya kurawa dan kemegahan jubah hitamnya rembulan yang kesianga...