Langsung ke konten utama

Postingan

bukan kurcaci di negeri sendiri

kita bukan lagi kurcaci di negeri sendiri atau sebaliknyakah? tetapi kita masih merasa kerdil di negeri sendiri ataukah karena jerih paya kita yang tak lagi dihargai. ketika kita hidup, kita menjadi manusia yang berusaha hidup untuk sekedar numpang minum numpang makan di warung di tepi jalan atau di restoran-restoran yang harga seporsi makannya bisa untuk beli beras buat makan seminggu bagi orang-orang yang terlalu keras memeras keringatnya. kita seharusnya bukan lagi menjadi kurcaci di negeri sendiri yang hingar-bingarnya diskotik dan tempat ajeb-ajeb lainnya hanya menjadi tontonan bagi kami, serupa debu-debu yang hinggap di setiap dinding dan celah-celah kotak pembuangan pendingin ruangan di setiap ruangnya. bagaimana mungkin, kakek nenek kami yang merenggut kemerdekaan dari tangan asing sedang kita tak mampu menghargainya, sekedar berkirim doa atau mungkin dengan menaburkan bunga-bunga untuk nyekar di taman makam pahlawan. terkadang kita terlena dengan apa yang telah kita kerjak...

tengkiyuuu MPA,,,

mengirim puisi ke media massa kali terakhir yang dimuat adalah tahun 2004, daaaaannn akhirnya kembali di muat lagi pada MPA alias Mimbar Pembangunan Agama, yakni majalah khusus pegawai KEMENAG. seneng siiiihhh, sebab pertama adalah karena dapat honor, hehehe,,, lumayan buat ngopi bareng teman-teman, sebab kedua adalah bisa jadi kredit poin kenaikan pangkat karena saya pegawai pemerintah, sebab ketiga adalah bisa jadi inspirasi buat murid-murid saya di jurusan bahasa mapel sastra, boleh dibilang ilok-iloke lah,,, sebab keempat adalah oalaaahhh tibake tulisanku yo payu thooo,,, menulis adalah kegemaran saya, jujur saja pada dasarnya saya senang membaca dan menulis dan ngomel di kamar mandi terlebih ketika sedang kesal dan marah pada sesuatu hal, maka saya akan menulisnya atau langsung action di depan kaca di dalam kamar mandi sambil berderai-derai begituuu, hehehe, lebay memang, tapi itulah saya daaaannn lega jadinya,,, kadang pas nglangut, begitu saja bisa hadir kata-kata yang tak b...

jam dua

jam dua jam dua lebih lima menit, menulis kisah ini setelah beberapa terdiam memikirkan yang hendak kutulis. siang tak begitu terik, tapi mengapa engkau begitu kuat mengeluh,,, jam dua lebih tujuh menit, anak-anak beranjak meninggalkan gedung sekolah ini, bergerombol-bergerombol mengayuh sepeda, bergerombol bersepeda motor, bergerombol berjalan kaki, mampir dulu beli es jus, mampir dulu beli pentol ojek, mampir juga beli cilok dan beli cimol. anak-anak senang jika jam pulang lebih dini apalagi tanpa pelajaran berarti, sekedar remidi dan menyelesaikan tugas-tugas kd yang belum terselesaikan. rasanya seperti terbebas dari beban berat yang telah menyiksanya setahun lalu,,, cieeeee, cieeeee,,, padahal ilmu yang didapat juga kan buat dia sendiri logikanya, tapi yaaa begitulah, bukan manusia namanya kalau tak ngersula alias sambat alias nggetuni. ya allaah... jam dua lebih tiga puluh menit, bermain-bermain dengan blog baru teman sebelah meja, tapiiiii kenapa setelah itu tak bisa di...

hukum sebab akibat

assalaamu'alaikum,,, lama tidak menulis di bog saya ini,,, hmmmm rasanya terlalu banyak waktu yang menyita agar tidak sempat berbelok ke tempat ini, padahal kalau sudah berhadapan dengan blog ini, saya nyaman, saya tenang, dan bisa menulis apa saja yang saya inginkan,,, selebihnya adalah hanya sebuah tulisan atau mungkin bisa dinamakan dengan istilah curhat. sama halnya ketika kita dulu waktu kanak-kanak dan remaja gemar sekali menulis di buku harian kita, hanya sekarang lebih keren lagi istilahnya,,, hehehe. setelah kejadian waktu itu, waktu kapan yaaaaa,,, sangking lamanya juga, jadi lupa kejadian apa. kita bukan lagi seorang yang bisa ditipu oleh orang lain, tetapi kita adalah seseorang yang bisa menipu diri dan emosi kita sendiri. seperti halnya waktu yang selalu berjalan apa adanya, tetapi terkadang kita menyalahkan waktu telah membuat kita terburu-buru. hidup berjalan apa adanya, tapi kematian berjalan mendekati kita tanpa kita sadari kapan ia akan tiba. perlahan kita me...

sabtu menyenangkan dan menenangkan

alhamdulillah, sudah hari Sabtu lagi. hari yang amatyenangkan dan menenangkan. abanyak di hari Sabtu. mulai tragedi, komedi, bahkan tragiko. kita masing-masing tentu punya beragam kisah itu. jam pelajaran di sekolah sedikit berkurang dari hari biasanya. serta besuknya adalah hari Minggu, makanya cukup menangkan. sekiranya engkau mersakan demikian juga, maka bersyukurlah. setidaknya kita bisa berlama-lama dengan keluarga kita. dan waktu saya untuk menuruti segala keiginan anak-anak saya, memilih menu-menu masakan yang mereka inginkan. belanja belanja belanja dan masak masak masak...^_^

menunggu

menunggu,,, ya, menunggu namanya jika kita berdiam dengan galau seperti menantikan sesuatu yang tak pasti, kalau nahasa anak muda zaman sekarang mah, di _PHP_in namanya. sudah terlalu lama membuka-buka lappy mulai item A sampai dengan item Z, semua sudah ditelusuri, kecuali berita terbaru tentang dunia terang benderang yang lagi in di televisi kalau tak boleh dikatakan sebagai dunia hitam, hehehe menunggu, bisa dibayangkan betapa susah dan nestapanya manusia yang dalam keadaan menunggu. entah menunggu awal bulan, menunggu seseorang yang dicinta tiba, menunggu pesanan makanan datang karena telah tak tahan perut keroncongan, ataupun menunggukan keadaan yang lainnya. namanya saja sesuatu yang ditunggu-tunggu, entah bagaimanapun keadaannya pastilah akan ditunggu dengan (tanpa) sabar... pernahkah juga merasakan yang demikian ini? menunggu judulnya, entah sudah sampai mana kok tak ada kabar, padahal kita sudah dan rasanya ingin melepaskan pantat saja alias capek duduk dan capek berdiri...

temanku berbaju hijau

temanku berbaju hijau            :N. Khomsatul Maktubah paras wajahnya yang manis senyumnya tergerai di ujung bibir lentik jarinya memainkan tuts-tuts lappynya mahabarata joda serta teman setia kala resah temanku berbaju hijau setiap langkahnya menghadir tawa serupa bulu-bulu merak indah binar matanya tawanya renyah serupa keras kerupuk pesona menghujam jiwa aduhai,,, temanku berbaju hijau tunduk pandangnya mengisahkan cintaNya temanku berbaju hijau pada rumput-rumput tumbuh ia melangkahkan citanya #141122